The Kurcaci's Adventure: Bermain Air Mancur

bermain di air mancur sekalian mandi sore

Siapa yang tidak tahu bagaimana gadget mempengaruhi hidup anak-anak. Bagai dua sisi mata uang, ia memberi pengaruh positif juga negatif. Kedua hal ini selalu membayangi. Namun sayangnya, efek negatif lebih banyak berdampak pada anak-anak, dari anak-anak usia dini hingga temaja.

Pada awal tahun 2018 silam ditemukan dua remaja yang mengalami gangguan jiwa akibat kecanduan gadget. Hal ini membuktikan besarnya pengaruh yang ditimbulkan alat canggih tersebut. Untuk itu, kita sebagai orang tua harus bisa menyiasati pembatasan penggunaan gadget pada anak-anak.

Salah satu cara yang bisa kita lakukan tentu saja dengan membiarkan anak bersentuhan dengan alam. Berikan mereka kebebasan seluas-luasnya  agar bisa mengeksplorasi alam di sekitar mereka. Dengan berinteraksi langsung dengan alam, banyak hal yang bisa mereka pelajari. Dan tentu saja hal ini juga sangat baik untuk perkembangan anak-anak. Karena itu, saya tidak menyia-nyiakan setiap kesempatan di mana anak-anak bisa bermain di alam bebas.

Seperti pada sore kemarin, dua bocah ini saya biarkan bermain bersama sepupu mereka ketika kami pergi menginap ke rumah abang tertua saya. Daerah di sana masih asri, dan sangat berbaur dengan alam, karena itu ada banyak hal yang bisa dieksplorasi di sana. Namun, sore kemarin anak-anak memilih untuk mandi di pancuran tak jauh dari rumah. Dan saya, tentu saja, memilih untuk mengikuti mereka dengan berbagai alasan yang saya miliki.

Perjalanan anak-anak dimulai ketika menuruni rumah. Setelah berjalan sekitar 40 meter, mereka berbelok ke jalan menanjak di sebelah kanan. Mari kita anggap jalan setapak tersebut sebagai gang kecil.
  
Perjalanan dimulai. Yeayyy!

Mari belok kanan di jalan depan. ;)


Di dalam gang, mereka harus berjalan sekitar 200 meter. Dengan adanya jalan becek di tengah jalan, mereka akhirnya melewati area yang lebih tinggi di samping salah satu rumah. Ini seperti tantangan keseimbangan bagi anak-anak, karena sebenarnya jalan yang mereka lalui kecil juga agak licin.

 
Jalan beceknya emang gak banyak, tapi mereka lebih pilih lewat atas

Dekba dalam perjalanan pulang
Setelah berjalan sekitar 200 meter, mereka berbelok kiri ke arah turunan. Di sini mereka harus berhati-hati agar tidak tersandung atau terjatuh karena berjalan terlalu cepat. 
 
ini lumayan curam di bawah, cuma kayaknya gak terlalu kelihatan.
     Selanjutnya, mereka melewati jalan kecil seperti di tepian sawah. Namun, yang mereka lewati adalah kolam-kolam buatan. Di salah satu bagian tepi kolam, mereka harus melompat karena ada parit. Bagi orang dewasa parit tersebut memang kecil, namun itu nerupakan tantangan bagi anak-anak mengingat kaki-kaki kecil mereka nan pendek. 
 
"medan tempur"

Parit yang harus mereka lompati
Dan ini belum selesai. Mereka masih harus melewati sekitar 30 meter jalan tepian kolam untuk kemudian menyebrang melalui sepotong kayu kecil. Dan... setelah perjalanan panjang dengan berbagai rintangan, sampai lah mereka pada pancuran kecil buatan warga setempat. Saya tidak ikut turun untuk merasakan airnya, namun mereka berkata air tersebut menyegarkan.
 
Nyebrang dulu. Hati-hati ya, Nong

Yeayyy! air mancur...!

Ternyata, ada dua pancuran di lokasi. Satu pancuran yang airnya lebih deras di mana mereka mandi, dan satu lagi pancuran dengan aliran air yang sangat kecil. Yang lucunya adalah, kedua keponakan saya menyebut pancuran tersebut sebagai "air suci." Awalnya saya tidak mengerti mengapa mereka berkata demikian. Namun, setelah saya melihat alur air mancur yang lebih besar, saya akhirnya paham. Ternyata mereka menyebut pancuran tersebut sebagai air suci karena air yang mengalir di pancuran tersebut tidak melalui kolam ikan. Tidak seperti pancuran satunya, yang mengalir dari kolam yang berisi bibit ikan di atasnya.
  
yang katanya air suci, hi hi
Jika kita memikirkan bagaimana air tersebut melewati kolam pembibitan yang pastinya akan bercampur dengan kotoran ikan, kita akan merasa bahwa air tersebut jorok. Namun, saya lebih memilih memandang hal baik yang mereka alami, rasakan, juga pelajari dari perjalanan mereka sore kemarin. Toh, mereka bisa bilas dengan air bersih di rumah setelah mereka pulang. Karena terkadang bukanlah asalnya yang menjadi bagian penting, melainkan manfaat apa yang bisa didapatkan dari hal tersebut. Dan mereka, tanpa mereka sadari, telah menerima banyak kebaikan dari petualangan mereka sore itu.
Dan pastinya, saya berharap, di masa depan akan banyak petualangan-petualangan seperti ini mereka alami. Sampai ketemu di petualangan-petualangan tersebut, ya!



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Resep Mudah nan Simpel Kimchi Porsi Mini