Resign!: Ketika Pengunduran Diri Jadi Sebuah Taruhan

Tangkap layar Resign! dari ipusnas

Judul                  : Resign!
Penulis                : Almira Bastari
Editor                 : Claudia von Nasution
Desain sampul   : Orkha Creative
Penerbit              : Gramedia Pustaka Utama
ISBN                  : 976-602-03-8071-1
Terbit                  : 2018
Jumlah halaman : 288; 20 cm

“No one naturally loves to work, except my boss.”
-The Cungpret
(halaman 5)

Bekerja di kantor konsultan sebenarnya menyenangkan. Walaupun harus sering berjibaku dengan deadline dan lembur, tetapi semua bisa Alnarita terima, kecuali satu: bos perfeksionis gila kerja yang banyak mau dan tak bisa dibantah!
Dua tahun bekerja dengan Tigran membuat Alranita lelah dan ingin mendaptkan pekerjaan lebih baik. Obrolan The Cungpret-para kacung kampret-yang beranggotakan Alranita, Karen, Andre, dan Carlo mengantarkan mereka pada taruhan untuk segera resign. Taruhannya mudah sebenarnya, hanya traktir makan, tetapi apes bagi yang keluar terakhir karena semakin tertinggal urutan resign maka semakin tinggi level lokasi traktiran yang berarti semakin besar pengeluaran.
Menghadapi kenyaataan ini, tentu saja Alranita berusaha gigih agar menjadi yang pertama resign. Namun, apa daya jika sang bos, Tigran, ternyata memiliki radar kuat. Dia selalu punya alasan untuk menghentikan langkah Alranita, dari lembur hingga meeting yang tak bisa dihindari.

“Kalau nggak happy di kantor, resign aja-masih muda ini.”
-Mak Cungpret kepada generasi Millenials
(halaman 193)

Metropop ini diceritakan dalam bahasa yang kekinian, membuat alur cerita terasa ringan. Namun, ada beberapa bab akhir yang pemotongannya terasa dipaksa, membuat ending bab tersebut terkesan mengggantung, berkahir begitu saja lalu disambung bab baru dengan situasi berbeda.
Untuk genre dan tema, saya mengacungkan jempol kepada penulis. Pemilihan metropop dengan nuansa romance-comedy membuat saya terbahak-bahak oleh ulah The Cungpret atau pada momen tercyduk sang bos, terutama Alranita yang memang paling sering ‘bersinggungan’ dengan Tigran. Tema resign pun sebenarnya sangat umum, tetapi penulis mampu meramu kisahnya dan menjadikan novel ini best-seller hinga cetak ulang empat kali dalam sebulan.
Sayangnya, unsur percintaan dalam novel ini terlalu dipaksakan. Padahal, ada banyak ending yang bisa penulis pilih, terutama untuk genre metropop yang tak harus happily ever after karena lebih realistis dari novel bergenre romance.
Overall, novel ini lucu. Bagus buat kamu-kamu yang ingin melepaskan penat, apalagi jika kamu adalah cungpret yang merasa ternistakan oleh kerjaan menumpuk dan lembur.

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

The Kurcaci's Adventure: Bermain Air Mancur

Resep Mudah nan Simpel Kimchi Porsi Mini